“ Penalaran ”
Nama : Siska Ria Andriani
NPM : 28213513
Kelas : 3EB24
Universitas Gunadarma
PTA 2015/2016
Kata Pengantar
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat- Nya sehingga penulis bisa
menyelesaikan pembahasan materi penalaran ini. Penalaran ini berisi pembahasan
mengenai penalaran, penarikan kesimpulan baik menggunakan deduktif atau
induktif. Banyak referensi seperti website dan buku elektronik yang penulis
gunakan untuk untuk menyelesaikan penulisan materi ini. Penulis berharap materi
singkat ini bisa berguna untuk para pembaca. Penulis sadar masih terdapat
kekurangan pada penulisan ini. Penulis mohon maaf apabila keterbatasan
pembahasan yang belum tersedia dalam materi ini.
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk
memperoleh kesimpulan/pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah.
Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur
untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas
berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran.
Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi
dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif,
tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi.
II. Rumusan Masalah
1. Apa itu penalaran?
3. Apa proposisi, inferensi, Implikasi, Wujud evidensi itu?
4.Bagaimana cara menguji data dan menilai autoritas?
III. Tujuan
Untuk mempelajari penalaran dan penarikan kesimpulan
berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia dalam materi penalaran ini khususnya.
BAB II
ISI
1. Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan
pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang
diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang
sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam
penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengankonklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi
disebut konsekuensi.
2. Proposisi
Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di
antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang
lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat.
Kaliimat Tanya,kalimat perintah, kalimat harapan , dan kalimat inversi tidak
dapa disebut proposisi . Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut
proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah
bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.
Jenis-Jenis Proposisi
Proposisi dapat dipandang dari 4 kriteria, yaitu berdasarkan :
1. Berdasarkan bentuk
2. Berdasarkan sifat
3. Berdasarkan kualitas
4. Berdasarkan kuantitas.
Jenis-Jenis Proposisi
Proposisi dapat dipandang dari 4 kriteria, yaitu berdasarkan :
1. Berdasarkan bentuk
2. Berdasarkan sifat
3. Berdasarkan kualitas
4. Berdasarkan kuantitas.
3. Inferensi dan
Implikasi
Inferensi adalah suatu proses penarikan konklusi dari satu atau
lebih proposisi. Ada dua cara yang bisa ditempuh dalam inferensi
yaitu inferensi induktif dan inferensi deduktif.
Inferensi deduktif terdiri atas
inferensi langsung dan inferensi tidak langsung (inferensi silogistik).
Inferensi langsung adalah penarikan konklusi hanya dari sebuah premis. Ada
jenis lima penalaran langsung yaitu : inversi ,konversi
,obvesrsi,kontraposisi,dan oposisi
Inversi adalah penalaran langsung dengan cara dengan menegasikan
subjek proposisi premis dan menegasikan atau tidak menegasikan baik subjek
maupun predikat proposisi premis, maka inversi itu disebut inversi
lengkap. Inversi dilakukan dengan menegasikan subjek proposisi premis,
sedangkan predikatnya tidak dinegasikan, maka inversi itu disebut inversi
sebagian.
Implikasi dapat merujuk kepada:
Dalam manajemen:
·
Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan
representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
Dalam logika:
·
Kondisional
material dalam falsafah logika
Jadi definis implikasi dalam
bahasa indonesia adalah keterlibtan atau keadaan terlibat
Contoh : implikasi manusi
sebagai objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan
kepentinganya.
4. Wujud Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang di
hubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan
hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu
fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris. Akan tetapi
pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun
petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan. Data dan informasi yang di gunakan
dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian
melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap
di gunakan sebagai evidensi.
5. Cara Menguji Data
Data dan informasi yang digunakan dalam
penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian
melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap
digunakan sebagai evidensi.
Dibawah ini beberapa cara yang
dapat digunakan untuk pengujian tersebut.(Observasi,Kesaksian,Autoritas)
6. Cara
Menilai Autoritas
Menghidari semua desas-desus atau kesaksian, baik akan membedakan
pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang
sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental. Ada
beberapa cara sebagai berikut :
1. Tidak mengandung prasangka
pendapat disusun berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau didasarkan pada hasil
eksperimen yang dilakukannya.
2. Pengalaman dan pendidikan
autoritas
Dasar kedua menyangkut
pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan
awal. Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan
sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian yang
dilakukan, presentasi hasil penelitian dan pendapatnya akan memperkuat
kedudukannya.
3. Kemashuran dan prestise
Ketiga yang harus diperhatikan
adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai
autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi di
bidang lain.
4. Koherensi dengan kemajuan
Hal keempat adalah apakah
pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan
zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu.
BAB III
Kesimpulan
Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk
memperoleh kesimpulan/pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah.
Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur
untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas
berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran.
Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi
dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi
bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang
dibutuhkan dalam segala kondisi.
Referensi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar