Sistem ekonomi sosialis disebut juga system ekonomi
terpusat Sistem perekonomian sosialis merupakan sistem perekonomian yang
menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan
ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata pemerintah harus ikut campur
dalam perekonomian.
v Ciri-ciri
Sistem Ekonomi Sosialis
1. Semua sumber
daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.
2. Seluruh
kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik negara
sehingga tidak ada perusahaan swasta.
3. Segala
keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah.
4. Harga-harga
dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
- Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga
pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
- Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena
distribusi pemerintah dapat dilakukan dengan merata.
- Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan
jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
- Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
- Mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu.
- Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
- Kurang adanya variasi dalam memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah.
2. Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal
adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi
setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari
pemerintah. Suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam
pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire. Negara-negara
yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis,
Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem
ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
v Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
1.
Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk
melakukan tindakantindakan ekonomi.
2.
Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang
kapital).
3.
Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat
untuk mencari keuntungan sendiri.
·
Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.
·
Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil
sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
·
Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau
kebutuhan masyarakat.
·
Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat
usaha masyarakat.
·
Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu
penindasan pihak yang lemah.
·
Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang
merugikan masyarakat.
·
Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari
mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum
dikesampingkan.
3. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran
adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan yang timbul
dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi
campuran pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan
perekonomian.
Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan
pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat)
masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin
mereka jalankan. Adanya campur tangan dari pemerintah bertujuan untuk
menghindari akibat-akibat yang kurang menguntungkan dari sistem liberal, antara
lain terjadinya monopoli dari golongan-golongan masyarakat tertentu terhadap
sumber daya ekonomi. Sistem ekonomi campuran banyak diterapkan di negaranegara
yang sedang berkembang, seperti Malaysia, India, Filipina, Mesir, dan
Maroko.
v Ciri-ciri ekonomi campuran
1. Sumber-sumber
daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
2. Pemerintah
menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan -kebijaksanaan di
bidang ekonomi.
3. Swasta diberi
kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang
ditetapkan pemerintah.
4. Hak milik
swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan
kepentingan umum.
5. Pemerintah
bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
6. Jenis dan
jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
4. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ini memiliki tradisi aktivitas ekonomi yang
dilakukan secara turun-temurun. Dan masyarakatnya tetap menjaga nilai budaya
setempat, sehingga kegiatan perekonomiannya masih bergotong-royong dan
kekeluargaan.
v Ciri-ciri ekonomi tradisional
1.
Pembagian struktur kerja belum ada.
2.
Masih menggunakan tukar-menukar barang/barter.
3.
Sifat kekeluargaan tergolong tinggi.
4.
Proses produksinya tergantung pada alam,misalnya
bertani, berladang, berkebun dan sebagainya.