Kamis, 15 Oktober 2015

BHS INDONESIA 2 (ARTIKEL)

Perkembangan Perekonomian Indonesia Berikan Efek Positif Untuk Perbankan


          Ada perkembangan perekonomian Indonesia yang selalu stabil ditengah-tengah krisis global serta persoalan ekonomi dunia lain bikin banyak pihak di negara Indonesia terasa untung. Banyak efek positif yang bisa di ambil dari ada stabilitas itu. Satu diantaranya yaitu efek positif untuk perbankan di Indonesia. Efek positif itu yaitu dorongan saham bidang perbankan dalam pembukuan positif di bagian pekerjaan dengan saham yang bakal berikan nilai yang makin positif.
          Sebagian pihak menyampaikan bahwasanya saham bidang perbankan serta perkembangan keuangan perekonomian Indonesia yang terdaftar pada pasar modal di Indonesia yang cukup postif  hingga mencerminkan IHSG yang positif. Terdapat banyak pihak juga memberikan bahwasanya prospek industri dalam perbankan yang ada di negara Indonesia bakal makin membaik sesudah Bank Indonesia sendiri mebuat gagasan perihal keharusan cabang perbankan asing atau perseroan terbatas yang mempunyai tubuh hukum yang ada di Indonesia dalam mensupport perkembangan perekonomian Indonesia.
          Adapun pendapatan operasional non bunga yang bisa ditingkatkan oleh pemerintah untuk mendorong tercapainya pendapatan dari segi lain untuk menjaga perkembangan laba yang bersih untuk terus memiliki saham yang selalu naik serta berkembang di pasar modal hingga bisa menambah pendapatan negara. Diprediksikan usaha perbankan itu bisa tumbuh serta berkembang tidak cuma di th. ini, namun juga tumbuh ditahun selanjutnya. Seperti yang kita ketahui bahwasanya perkembangan perekonomian Indonesia di th. ini bisa meningkat 14%.
Pertumbuhan Perekonomian Indonesia 2014, Pertumbuhan keuangan Perekonomian Indonesia

Analisis :

1. Artikel ini menggunakan jenis karangan eksposisi
Penjelasan : Karena dalam artikel ini memberikan informasi kepada pembacanya.

2. Artikel ini menggunakan paragraf  deduktif
Penjelasan : karena kalimat utama berada pada awal paragraf
Buktinya :
·        Ada perkembangan perekonomian Indonesia yang selalu stabil ditengah-tengah krisis global serta persoalan ekonomi dunia lain bikin banyak pihak di negara Indonesia terasa untung. (paragraf 1)
·        Sebagian pihak menyampaikan bahwasanya saham bidang perbankan serta perkembangan keuangan perekonomian Indonesia yang terdaftar pada pasar modal di Indonesia yang cukup postif hingga mencerminkan IHSG yang positif. (paragraf 2)

3. Artikel ini terdapat hubungan kausal (sebab-akibat )
Penjelasan :
Ada perkembangan perekonomian Indonesia yang selalu stabil ditengah-tengah krisis global serta persoalan ekonomi dunia lain bikin banyak pihak di negara Indonesia terasa untung.
Sebab : Ada perkembangan perekonomian Indonesia yang selalu stabil ditengah-tengah krisis global serta persoalan ekonomi dunia

Akibat : Membuat banyak pihak di Indonesia terasa untung.

SOFTSKILL BHS INDONESIA 2 (PENALARAN)

“ Penalaran ”




Nama    : Siska Ria Andriani
NPM     : 28213513
Kelas    :  3EB24


Universitas Gunadarma
PTA 2015/2016


Kata Pengantar
      Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat- Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan pembahasan materi penalaran ini. Penalaran ini berisi pembahasan mengenai penalaran, penarikan kesimpulan baik menggunakan deduktif atau induktif. Banyak referensi seperti website dan buku elektronik yang penulis gunakan untuk untuk menyelesaikan penulisan materi ini. Penulis berharap materi singkat ini bisa berguna untuk para pembaca. Penulis sadar masih terdapat kekurangan pada penulisan ini. Penulis mohon maaf apabila keterbatasan pembahasan yang belum tersedia dalam materi ini.

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan/pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi.

II. Rumusan Masalah
1. Apa itu penalaran?
3. Apa proposisi, inferensi, Implikasi, Wujud evidensi itu?
4.Bagaimana cara menguji data dan menilai autoritas?

III. Tujuan
           Untuk mempelajari penalaran dan penarikan kesimpulan berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia dalam materi penalaran ini khususnya.

BAB  II
ISI

1. Pengertian Penalaran
     Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengankonklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
2.  Proposisi
     Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat. Kaliimat Tanya,kalimat perintah, kalimat harapan , dan kalimat inversi tidak dapa disebut proposisi . Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.
Jenis-Jenis Proposisi
Proposisi dapat dipandang dari 4 kriteria, yaitu berdasarkan :
1. Berdasarkan bentuk
2. Berdasarkan sifat
3. Berdasarkan kualitas
4. Berdasarkan kuantitas.
3.  Inferensi dan Implikasi
            Inferensi adalah suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi. Ada dua cara yang bisa ditempuh dalam inferensi yaitu inferensi induktif dan inferensi deduktif.
Inferensi deduktif terdiri atas inferensi langsung dan inferensi tidak langsung (inferensi silogistik). Inferensi langsung adalah penarikan konklusi hanya dari sebuah premis. Ada jenis lima penalaran langsung yaitu : inversi ,konversi ,obvesrsi,kontraposisi,dan oposisi Inversi adalah penalaran langsung dengan cara dengan menegasikan subjek proposisi premis dan menegasikan atau tidak menegasikan baik subjek maupun predikat proposisi premis, maka inversi itu disebut inversi lengkap. Inversi dilakukan dengan menegasikan subjek proposisi premis, sedangkan predikatnya tidak dinegasikan, maka inversi itu disebut inversi sebagian.

            Implikasi dapat merujuk kepada:
Dalam manajemen:
·         Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi,   perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
·        implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan
Dalam logika:
·        Implikasi logis dalam logika matematika
·        Kondisional material dalam falsafah logika
Jadi definis implikasi dalam bahasa indonesia adalah keterlibtan atau keadaan terlibat
Contoh : implikasi manusi sebagai objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentinganya.

4. Wujud Evidensi
            Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang di hubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris. Akan tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan. Data dan informasi yang di gunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap di gunakan sebagai evidensi.

5. Cara Menguji Data
            Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. 
Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.(Observasi,Kesaksian,Autoritas)

6. Cara Menilai Autoritas
      Menghidari semua desas-desus atau kesaksian, baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental. Ada beberapa cara sebagai berikut :
      1. Tidak mengandung prasangka
pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukannya.
      2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
Dasar kedua menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal. Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian yang dilakukan, presentasi hasil penelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukannya.
      3. Kemashuran dan prestise
Ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain.     
      4. Koherensi dengan kemajuan
Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu.

BAB III
Kesimpulan

            Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan/pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi.


Referensi :