Minggu, 05 Oktober 2014

MACAM-MACAM SISTEM PEREKONOMIAN

 1. Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis disebut juga system ekonomi terpusat Sistem perekonomian sosialis merupakan sistem perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata pemerintah harus ikut campur dalam perekonomian.

v Ciri-ciri Sistem Ekonomi Sosialis
1.     Semua sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.
2.     Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik negara sehingga tidak ada perusahaan swasta.
3.     Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah.
4.     Harga-harga dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.

*    Kelebihan sistem ekonomi sosialis
  • Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
  • Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan dengan merata.
  • Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  • Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
*    Kekurangan sistem ekonomi sosialis.
  • Mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu.
  • Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
  • Kurang adanya variasi dalam memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah.

2. Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire. Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
v Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
1.     Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakantindakan ekonomi.
2.     Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).
3.     Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.
*    Kebaikan sistem ekonomi liberal
·        Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.
·        Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
·        Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
·        Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat.

*    Keburukan sistem ekonomi liberal
·        Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.
·        Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
·        Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum dikesampingkan.


3. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian. 

Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Adanya campur tangan dari pemerintah bertujuan untuk menghindari akibat-akibat yang kurang menguntungkan dari sistem liberal, antara lain terjadinya monopoli dari golongan-golongan masyarakat tertentu terhadap sumber daya ekonomi. Sistem ekonomi campuran banyak diterapkan di negaranegara yang sedang berkembang, seperti Malaysia, India, Filipina, Mesir, dan Maroko. 

v Ciri-ciri ekonomi campuran
1.     Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
2.     Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan -kebijaksanaan di bidang ekonomi.
3.     Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
4.     Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
5.     Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
6.     Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.


4. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ini memiliki tradisi aktivitas ekonomi yang dilakukan secara turun-temurun. Dan masyarakatnya tetap menjaga nilai budaya setempat, sehingga kegiatan perekonomiannya masih bergotong-royong dan kekeluargaan.

v Ciri-ciri ekonomi tradisional
1.     Pembagian struktur kerja belum ada.
2.     Masih menggunakan tukar-menukar barang/barter.
3.     Sifat kekeluargaan tergolong tinggi.
4.     Proses produksinya tergantung pada alam,misalnya bertani, berladang, berkebun dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar